Pertanyaan Wawancara Kerja Traveloka Yang Membentuk Diriku

Seperti pertanyaan interview dari Google atau Microsoft yang terkenal aneh nan sulit, tetapi Traveloka menanyakan sesuatu lebih dari sekadar pertanyaan wawancara kerja. Berawal pada Januari 2014, aku diundang ke kantor Traveloka di Grand Slipi Tower, Jakarta Barat. Aku bertemu dengan seseorang yang tertarik pada tulisan-tulisan blogku. Kami bicara tentang pencapaianku sejak berhenti kuliah dan rencana […]

Continue Reading

7 Kegagalanku Selama Bekerja Untuk Traveloka

Tak sedikit yang anggap tulisanku soal alasan berhenti kerja di Traveloka, sebagai artikel clickbait. Bahkan ada yang bilang aku lebih menekankan¬†achievement ketimbang alasannya. Bagaimana menurutmu? Belajar respon yang kuterima, terangkum beberapa perilaku pembaca terhadap artikel bertajuk “alasan berhenti kerja”: Variabel perusahaan lebih menarik ketimbang subjek cerita. Tidak tertarik pada unsur drama. Cenderung tidak membaca menyeluruh […]

Continue Reading

Mengapa Aku Berhenti Kerja Untuk Traveloka?

Setelah 3 tahun bekerja untuk Traveloka, aku pun memutuskan berhenti. Butuh setidaknya satu tahun buatku menahan diri agar keputusan tersebut bukan dikendarai emosi semata. Bekerja di Traveloka membuka mata; membuatku mampu mengenali satu cara membangun perusahaan unicorn. Ditambah pengalaman membangun Bukalapak sedari awal, membuatku menyadari kesalahan karir yang kulakukan selama ini. Mengapa aku berhenti kerja […]

Continue Reading

Kenapa KampusUNJ.com Tetap Tumbuh 86% Selama 2017?

Selama 2016, sebuah eksperimen konten aku lakukan di KampusUNJ.com hingga pertumbuhan pengguna mencapai 1900%. Setelah eksperimen berakhir, tercatat masih ada pertumbuhan hingga 86% selama 2017. Kenapa itu terjadi? Apa faktor pendukungnya? Lewat artikel ini, aku mencari jawabannya. Namun, sebelum memaparkan data pertumbuhannya, mari kita menyamakan persepsi dari definisi pertumbuhan pengguna.   Definisi pertumbuhan pengguna Idealnya, […]

Continue Reading

Metodeku Capai User Growth 1900% Dalam Setahun

Tulisan ini menjelaskan grafik di artikel Mengapa dan Bagaimana KampusUNJ.com dibangun. Garis warna hijau menunjukkan pertumbuhan jumlah pelanggan (subscriber), sedangkan garis warna biru mewakili jumlah pembaca. Keduanya dihitung akumulatif per hari. Sumbu horizontal mewakili periode waktu, sedangkan sumbu vertikal (sisi kanan) mewakili jumlah pembaca. Aku memang tidak menunjukkan angka jumlah pelanggan di sisi kiri, tapi […]

Continue Reading

Kesalahan Terbesarku Selama 6 Tahun Berkarir

Kupikir, pengalaman belajarku yang paling buruk adalah saat magang di perusahaan media milik salah satu mantan presiden RI. Belakangan baru kusadari, itulah salah satu momen terbaik hidupku.   Pelajaran selama magang Bayangkan saja, di minggu pertama magang, tidak ada yang bisa kukerjakan selain membaca koran. Bahkan tugas pertamaku tak masuk akal (buatku saat itu). Kantorku […]

Continue Reading

Mengapa dan Bagaimana KampusUNJ.com Dibangun?

Kembali ke tahun 2012, saat media sosial mulai marak di Indonesia, UNJ hadir di Twitter. Sebagai veteran, aku menyambutnya gembira. Namun, kenyataannya tak sesuai dugaanku. Operasionalnya tidak konsisten. Bahkan, terlihat seperti ikut-ikutan eksis di media sosial dan tidak bersinergi dengan keseluruhan unit kerja kampus. Penilaian itu kusimpulkan berdasarkan pengalamanku bekerja di bidang media sosial serta […]

Continue Reading

Jangan Jadikan “Terima Kasih” Kebiasaan

Ada yang bilang, kita mesti membiasakan diri menyebut kata ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terima kasih’. Dulu aku berusaha menjadi pelopor gerakan tersebut. Saking terpengaruhnya, aku sampai sengaja mengingat-ingatnya di setiap komunikasiku. Kini aku berbeda. Mungkin karena orang di sekitarku telah banyak yang menggunakan tiga kata tersebut. Aku teringat dengan salah satu materi kuliahku tentang hukum permintaan […]

Continue Reading

Bekerja di Perusahaan Terbaik, Membuatku Tahu 5 Rahasianya

Kalian yang mengenalku, tentu tahu perusahaan apa yang akan kubicarakan. Jika belum, silakan cek profil Linkedin diriku, baru kemudian teruskan membaca laporan ini. Awal 2014, sebelum bekerja untuk perusahaan ini, aku sempat bertemu orang pentingnya, lalu diceritakan tentang kehebatan perusahaannya yang pendapatannya mencapai milyaran rupiah dalam sehari (tentu bukan angka sebenarnya). Singkat cerita, terhitung hingga […]

Continue Reading

Jangan Lihat Tawaran Pekerjaannya, Tetapi Lihatlah CEO-nya

Kisah ini, pesan penting yang ingin kusampaikan agar siapapun bisa memilih tempat bekerja dan belajar dengan tepat. Sebab, tidak semua perusahaan adalah tempat belajar. Mei 2011, di penghujung semester tujuh perkuliahanku yang tak pernah usai itu, aku mulai magang di perusahaan startup yang bahkan saat itu belum terdaftar resmi sebagai perusahaan. Selama 2 tahun 10 […]

Continue Reading