5 Hal Yang Dapat Dilakukan Oleh Mereka Yang Berhenti Kuliah Agar Bisa Bersaing Sukses

Salam,

Banyak tokoh sukses yang tidak meneruskan kuliahnya atau bahkan tidak mengikuti pendidikan setingkat universitas; sebut saja Steve Jobs, Bill Gates atau Bob Sadino pengusaha asli Indonesia. Namun, hal tersebut tidak semerta-merta membenarkan bahwa sukses dapat diraih walau tidak kuliah.

definisi sukses

Sebelumnya, kita tentukan dahulu apa definisi ‘sukses’ yang akan dibahas. Menurut KBBI, sukses adalah: berhasil; beruntung. Walau begitu, mari kita samakan persepsi bahwa ‘sukses’ adalah menjadi karyawan atau pengusaha dengan pendapatan atau pengeluaran setingkat “kelas menengah”.

 

Siapa itu kelas menengah? 

Terangkum dalam tulisan Yuswohady, Asia Development Bank (ADB) di tahun 2010 mendefinisikan ‘kelas menengah’ adalah mereka yang punya pengeluaran $2-20 perhari. Tak hanya itu, kelas menengah pun dapat diidentifikasi secara kualitatif misalnya tingkat edukasi dan pekerjaan.Setelah sepakat soal definisi ‘sukses’, mari membahas bagaimana dunia kuliah mempengaruhi kita untuk sukses.

“Dunia kuliah bagai sangkar emas yang mengurung kita dari dunia nyata. Di dalam sangkar, kita diberi pelajaran sehingga kita punya keahlian untuk dapat bertahan hidup.” itu yang diartikan kebanyakan orang, padahal menurutku dunia kuliah lebih dari sekedar sangkar emas:

Lingkungan Belajar. Kampus sebagai tempat belajar memang dirancang untuk menjadi inkubator agar kita dapat melakukan kesalahan tanpa menerima resiko kerugian finansial atau sosial yang besar.

Akses Bebas. Menjadi mahasiswa adalah hal yang paling menyenangkan; mendapat keringanan biaya di banyak tempat, bisa melakukan penelitian, hingga mampu bekerja magang di perusahaan. Dengan kata lain, mahasiswa adalah tiket bebas masuk mencoba segala hal yang kita inginkan untuk belajar.

Jaringan pertemanan. Kita adalah generasi masa depan bersama dengan teman-teman satu angkatan di kampus. Teman-teman kuliah adalah investasi masa depan, karena mungkin saja mereka akan menjadi membantu kita di dunia kerja. Jadi, dunia kuliah pun tempat berjejaring sosial buatan dimana kita tak perlu repot berkenalan dengan orang baru.

Korelasi dari lingkungan belajar, akses bebas dan jaringan pertemanan di dunia kuliah akan memudahkan kita untuk sukses. Ketiga hal tersebut bisa didapatkan secara instan dengan cara masuk ke perguruan tinggi, tapi bukan berarti tanpa kuliah kita tak bisa mendapat tiga hal itu.

Kini pertanyaannya:

Apa yang dapat dilakukan mereka yang berhenti kuliah agar bersaing sukses?

Terlepas dari apa motivasi atau penyebab berhenti kuliah, ada banyak hal yang kita lakukan untuk dapat bersaing dengan mereka lulusan universitas. Karena gelar/jabatan tidak semerta-merta menentukan kualitas seseorang maka itulah yang pantas menjadi motivasi positif bagi kita yang berhenti kuliah.

Berikut adalah daftar kegiatan yang bisa dilakukan berdasarkan pengalaman pribadiku:

1. Membuat daftar riwayat hidup

Membuat curriculum vitae(CV) menjadi penting untuk dilakukan segera karena ini adalah rangkuman modal yang kita miliki untuk ‘menjual’ diri kepada orang lain. Kumpulkan semua prestasi & pencapaian selama hidup ke dalam format riwayat hidup.

contoh cv online

Saat waktunya melamar kerja, pilihlah hal yang relevan dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar. Tulis CV-mu secara simpel dan jelas maksimal 2 halaman, pisahkan antara CV dengan portfolio karya dan hal lainnya. Permudah pekerjaan orang yang merekrutmu dengan tidak menyita banyak waktunya untuk membaca profilmu.

Carilah banyak referensi membuat CV yang tak hanya baik tapi juga menarik atau mulailah dengan melengkapi daftar riwayat hidup digital melalui media sosial.

 

2. Membuat prioritas hidup

Kuliah adalah jembatan panjang dan sukses berada di ujungnya. Saat memutuskan untuk terjun dari tengah jembatan maka kita butuh memikirkan bagaimana caranya mencapai ujung jembatan (sukses) dari kolong jembatan tersebut.

Terutama bagi kamu yang masih galau untuk meneruskan kuliah atau tidak, tentukan secepatnya! buat prioritas, jangan sampai menyesal saat kau telah terjun dari atas jembatan. Buatlah prioritas dengan menuliskan target-target yang harus dicapai dalam 1-2 tahun agar kita tetap termotivasi.

 

3. Magang atau berdagang

Tawarkan dirimu untuk magang di perusahaan yang kamu sukai dan pelajarilah segala hal tentangnya. Misalnya: aku yang sangat menyukai teknologi, bermimpi untuk bekerja di perusahaan teknologi seperti Google dan sekarang dua tahun sudah aku belajar banyak hal di sebuah perusahaan yang bermula dari magang.

Jika kamu menyukai industri desain grafis, maka tawarkan dirimu ke agensi atau perusahaan desain agar bisa membantu apapun disana. Di posisi seperti ini, carilah perusahaan yang dapat memberikanmu pengalaman paling berharga. Kesampingkan dulu pemikiran soal uang yang kamu terima.

Atau cobalah untuk berdagang, dengan begitu kita dapat belajar lebih cepat dari pengalaman; hal yang tak didapat oleh mereka di kelas kuliah. Di dunia digital seperti sekarang, harusnya modal finansial bukan lagi halangan untuk mulai bisnis.

 

4. Berteman dengan profesional

Bangun jaringan pertemanan, bertemulah dengan orang baru terutama mereka yang juga berada di industri tempat kita bekerja/sukai. Semakin banyak orang yang kenal dengan kita maka semakin banyak peluang yang bisa kita dapat. Carilah tempat berkumpulnya, dan ikutlah acara yang mereka hadiri.

Biarkan mereka tahu apa yang kamu lakukan, dengarkan cerita mereka dan sampaikan ide & solusi dari masalahnya. Saat ini banyak komunitas yang terbentuk dari ranah digital, kita bisa mulai mendekati mereka dan belajar banyak darinya.

 

5. Ambil semua peluang

Setelah kita bekerja di tempat yang kita sukai, berteman dengan banyak orang maka waspadalah terhadap peluang yang bisa datang kapan saja. Tangkaplah dan beranikan diri untuk mengambilnya walaupun kita hanya punya modal diri saja.

Dimulai dari CV yang telah kita buat, dikorelasikan dengan prioritas hidup dan kegiatan belajar di tempat magang; kita sudah punya cukup modal untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Mulai ukur kemampuan diri kita dan kemudian sesuaikan dengan peluang yang kita dapat, dengan begitu kita akan tahu seberapa kuat kita bersaing dengan orang lain.

Pada akhirnya yang membentuk kualitas diri bukanlah dari gelar pendidikan melainkan kemampuan melaksanakan tanggung jawab baik di tempat kerja ataupun di kehidupan sosial. Semoga bermanfaat.

Learning is an attitude.
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) May 17, 2013

Ada sebuah tulisan menarik berjudul 8 langkah mendapatkan apa yang diinginkan tanpa gelar formal yang relevan untuk dibaca.

Inspirasi lainnya: