Definisi “Startup Company” dan Indikator Sebuah Perusahaan Sudah Bukan “Startup”

Salam,

Beberapa hari lalu secara pribadi aku diundang ke perusahaan yang mengaku teratas dalam hal layanan pemesanan tiket pesawat. Awalnya kupikir mereka sama seperti startup company lainnya yang identik dengan jumlah karyawan sedikit dan kantor yang tak begitu besar.

Ternyata setelah bertemu dan ngobrol langsung dengan salah satu kepala divisi; mereka enggan disebut sebagai startup, apalagi dengan pendapatan ######## setahun (got new update; it was billions a day!) dan 200.000 pencarian per hari di tahun 2013.

Sejak itu aku mulai bertanya-tanya definisi ‘startup company‘ dan apa indikasi perusahaan bukan lagi sebuah ‘startup‘. Atas dasar pertanyaan ini pencarianku pun dimulai dan apa yang kutemukan cukup memuaskan. Mari kujelaskan lebih detil:

Definisi Perusahaan Startup

A startup company or startup is a company, a partnership or temporary organization designed to search for a repeatable and scalable business modelWikipedia.

Jika menurut Wikipedia, startup adalah perusahaan yang masih mencari bentuk bisnis (baca: keuntungan) yang mampu diperbesar terus-menerus. Definisi lebih konkrit dijelaskan oleh David McClure yang disetujui oleh 1.500 masyarakat Quora bahwa:

Startup adalah perusahaan yang belum menemukan: target konsumen, produk & cara menjualnya.

Selain dua sumber di atas, telah banyak tokoh barat terkenal yang mendefinisikan ‘startup company‘; misalnya Steve Blank, Paul Graham atau Eric Ries.

Steve Blank, akademisi dan entrepreneur di Silicon Valley.
Steve Blank, akademisi dan entrepreneur di Silicon Valley.
Paul Graham, co-founder venture capital Y Combinator.
Paul Graham, co-founder venture capital Y Combinator.
Eric Ries, penulis buku The Lean Startup.

Kita tahu kondisi ekonomi khususnya startup di Indonesia berbeda dengan negara maju seperti Amerika dengan Silicon Valley yang seakan menjadi kiblat perusahaan digital dunia. Karena itu aku coba menelisik definisi startup company dari beberapa pelaku startup lokal Indonesia.

Rhein Mahatma
Co-founder StartupBisnis.com yang telah bekerja di venture capital lebih dari 4 tahun.

Walau telah menjelaskannya lewat StartupBisnis, beliau tidak terlalu ngurusin definisi startup company, tapi menurutnya pendapat Paul Graham paling moderat dan cocok dikaitkan pada lingkungan startup lokal karena berdasarkan pada pertumbuhan cepat dari startup.

Hadi Gunawan
Co-founder & CEO GadgetGaul.com

@akhmadamal Perusahaan di bawah 3 tahun, bukan merupakan anak perusahaan besar dan omset di bawah Rp1 milliar/tahun.
— Hadi Gunawan (@hadigunawan) February 8, 2014

Fajrin Rasyid
CEO Suitmedia dan juga CFO Bukalapak.com

IMO company yg merintis unproven business (yet) “@akhmadamal Mas fajrinrasyid, apa definisi ‘startup company’ menurut pendapat pribadi?”
— M Fajrin Rasyid (@fajrinrasyid) February 8, 2014

Dannis Muhammad
Head of Marketing Traveloka.com

@akhmadamal perusahaan yang menggunakan teknologi untuk berkembang cepat dan scalable dengan capital yang terbatas relatif terhadap tujuan.
— Dannis Muhammad (@DannisMM) February 12, 2014

Komunitas startup lokal di Indonesia.

Indikator Perusahaan Startup
Tidak ada lembaga atau sebuah perjanjian yang mengatur sebuah perusahaan bisa disebut sebagai startup atau bukan, tapi ada literatur (pendapat) yang bisa dijadikan landasan identifikasinya. Rama Mamuaya, founder DailySocial.net merangkumnya lewat TeknoJurnal menjadi tiga variabel:

  1. Beroperasi (umur) kurang dari tiga tahun
  2. Memiliki kurang dari 20 karyawan
  3. Memiliki pendapatan kurang dari $100.000 pertahun

Jika dikorelasikan dengan definisi yang dijabarkan oleh David McClure, maka perusahaan tidak lagi disebut startup jika telah:

  1. Selesai merancang produknya
  2. Menemukan target konsumennya
  3. Mampu menjual produk tersebut kepada target konsumen.

Metode Pembuatan Model Bisnis
Langkah awal untuk menjalan startup company adalah membuat proposal rencana bisnis. Beberapa metode lawas yang lama diajarkan di dunia perkuliahan adalah analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity & Threat) dari startup yang akan dijalankan. Dengan metode tersebut, kita dapat dengan mudah melihat kondisi persaingan pasar dan merancang strategi kita dalam menghadapinya.

Ada sebuah metode baru yang diinisiasi oleh Alexander Osterwalder yang dinamakan Business Model Canvas. Dengan metode ini kita dapat lebih mudah merancang rencana bisnis dan lebih cepat mengoreksi strategi yang ada dibanding metode pembuatan proposal bisnis lainnya.

Pada dasarnya, merancang model bisnis membutuhkan pemahaman dari 9 elemen; key partner, key activities, key resources, value propositions, customer relationship, delivery channels, customer segments, cost structure & revenue streams. Semua elemen tersebut saling mempengaruhi dan terikat sehingga satu perubahan pada salah satu elemen dapat mengubah keseluruhan model bisnis.

Agar lebih mudah memahami Business Model Canvas tersebut, silakan simak video penjelasannya di bawah ini:

Pilih Perusahaan Startup atau Tidak?
Adam Ardisasmita, CEO Arsanesia; sebuah mobile game studio di Bandung bercerita melalui StartupBisnis tentang kisah hidup Gil Penchina yang resign dari eBay meninggalkan ratusan anak buah dan fasilitas sangat nyamannya untuk mendirikan sebuah startup bernama Wikia. Mengapa dia resign?

Gil Penchina menganalogikan perusahaan startup dan non-startup seperti papan luncur dan kapal pesiar. Kita bebas menggerakkan papan luncur seperti apapun yang kita mau walau beresiko tinggi terjatuh & terluka. Tidak seperti kapal pesiar yang sebesar apapun usaha kita bekerja, tidak mudah membelokkannya 90° secara tiba-tiba.

Karena Gil Penchina merasa dirinya tidak berkembang di perusahaan mapan dan rindu akan tantangan seperti adrenalin bermain papan luncur, maka itulah yang ditawarkan dari perusahaan startup.

Jika kalian telah PAHAMI tentang pengalaman baik dan pengalaman buruk bekerja di perusahaan startup, mungkin pertanyaan macam ini dapat segera terjawab.

Satu pertanyaan untuk kita diskusikan; apakah toko baju online termasuk startup company?

Terima kasih.
Semoga menginspirasi.

Inspirasi lainnya:

  • Agung Yogi

    Izin share ya Pak Agung. Bagus sekali artikelnya untuk pembelajaran.

  • Baru tahu startup tu lebih jelas lagi. Trims

  • Dave

    Barangkali start up company adalah perusahaan yang sedang dirintis, hanya dalam hal Silicon Valley (SV), terlalu banyak perusahaan-perusahaan IT yang beridir (hingga menjadi gelembung yang meletup pada tahun 2000-2001) di Indonesia, sebagai negara dunia ketiga, sebaiknya menurut saya diambil karakteristik yang disarikan dari karakteristik Strat-up Company, termasuk yang ada di SV..IMHO

  • Pingback: Apa sih “Startup” ? – IT Enthusiast things()

  • mail box

    artikel yang keren, cukup detil membahas tentang definisi start up, tapi komentar definisi startup dari beberapa pendiri startup lokal terkenal di Indonesia masih kurang. Artikel lainnya tolong dimuat Pak, tentang cara pembagian saham antara sesama founder (founder 1 dan founder 2) dan juga antara founder dengan investor.