Hilangnya Egoisme dan Munculnya Kenikmatan

Salam,

Artikel ini adalah respon dari tulisan Hanya yang Telah Selesai dengan Dirinya yang bisa Berbuat Untuk Orang Lain.

gambar di ambil dari sini

Hal yang menarik dari tulisan itu adalah petikan kalimat oleh Ibu Kasiyah M. Junus, Dosen FASILKOM Universitas Indonesia, yaitu “Hanya yang telah selesai dengan dirinya yang bisa berbuat untuk orang lain“.

Dan dalam tulisan tersebut pun menunjuk contoh pada teman-teman finalis Microsoft Bloggership 2011 yang memang terbukti berjiwa sosial dengan melakukan sesuatu untuk masyarakat luas.

Lalu muncul pemikiran bagaimana remaja seperti mereka yang mungkin belum mampu hidup tanpa orang tuanya, dapat melakukan hal besar seperti itu. Dan mungkin jawabannya adalah petikan kalimat dari ibu dosen kita ini. Para remaja ini ‘telah selesai’ dengan dirinya sehingga mencari hal lain diluar sana untuk dikerjakan.

Dengan membaca tulisan tersebut, aku pun berpikir apakah memang seseorang baru berbuat demi orang lain setelah selesai dengan dirinya sendiri. Bagaimana dengan seseorang yang mengalihkan kepentingan pribadinya demi kepentingan orang banyak? seperti beberapa orang yang kukenal..

Kemudian munculah pertanyaan-pertanyaan:



Bagaimana cara mengetahui kalau kita sudah selesai dengan diri sendiri?

Menurutku jawabannya adalah saat kita sudah merasa enjoy saat berbuat untuk orang lain, berarti kita harus memulai berbuat untuk orang lain terlebih dahulu baru kita bisa menilai diri kita sendiri. Misalkan kita masih merasa malas untuk melakukan kegiatan sosial (misalkan: kerja bakti) berarti kita belum siap untuk orang lain.


Bagaimana dengan orang yang sengaja selesai dengan dirinya?

Oke, untuk hal ini berarti dia telah sengaja menghilangkan rasa egoismenya sehingga dirinya sepenuhnya diberikan untuk orang lain. Mungkin para finalis itu juga sengaja selesai dengan dirinya. Namun menurutku ada perbedaan bagi orang yang sengaja selesai dengan dirinya..


Apa perbedaannya?

Perbedaannya terdapat pada munculnya rasa kesenangan saat melakukan hal tersebut. Misalkan kita diminta untuk ikut kerja bakti dan kita pun melakukannya. Berarti kita telah dengan sengaja selesai dengan diri kita sendiri. Dan perbedaan muncul saat kita melakukan kerja bakti, bila kita merasakan kenikmatan saat mengikuti kerja bakti berarti kita telah sepenuhnya menghilangkan rasa egoisme dan begitu pula sebaliknya.

Jadi kesimpulannya adalah seseorang bisa dengan sengaja selesai dengan dirinya dan berbuat untuk orang lain dengan merasakan kenikmatan saat melakukanya sehingga hilang rasa egoisme pada dirinya.

Sehingga kita harus memulai berbuat untuk orang lain agar kita mendapatkan jawaban dari pertanyaan “Apakah aku sudah selesai dengan diriku?”

Trims.

Inspirasi lainnya: