How To Write A Book in 30 Days

Hari Sabtu, 14 Januari 2012 terdapat acara yang diselenggarakan oleh Akademi Berbagi Depok bersama mbak Ollie yang bertemakan “How to write a book in 30 days“. Dari judulnya memang menarik sekali, apalagi bagi mereka yang sedang menulis sebuah buku. Menurutku hal ini akan lebih menarik lagi kalau buku yang ditulis itu adalah skripsi 😀 *maklum semester akhir*

Bagi yang belum tahu, Akademi Berbagi ini adalah sebuah kegiatan sosial yang setiap minggunya menyelenggarakan kelas gratis dengan berbagai narasumber dan tema menarik. Sungguh suatu kegiatan yang menarik ditengah suasana akademik yang tak semua orang mampu menikmatinya (karena biaya mahal).

Agar kegiatan ini lebih bermanfaat lagi, aku akan share materi yang kudapat di kegiatan ini. Semoga bermanfaat 🙂

Cara Menulis Buku Dalam 30 Hari (How to write a book in 30 days)

1. Buat Kerangka Pengerjaan. (Create Outline) – Day 1
Ini adalah peta keseluruhan dari buku yang akan dibuat dan peta sebagai fungsinya sebagai pedoman agar penulis tak kehilangan arah dari rencana awal.

2. Pemetaan Pikiran. (Mind Mapping Outline) – Day 1

Masih berhubungan dengan poin pertama, cara mudah membuat kerangka pengerjaan adalah dengan teknik pemetaan pikiran. Dengan teknik ini pikiran kita dapat di eksplor dengan cara fleksibel tanpa harus berpatokan pada pakem pengerjaan yang mungkin sudah ada.

3. Buat Target Pengerjaan. (Set Target) – Day 1
Penting tuk menentukan target dalam pengerjaan, misal: membuat buku dengan 100 halaman.

4. Mulailah Menulis. (Start Writing) – Day 2-28
Mulailah menulis setelah tiga poin sebelumnya sudah dilakukan.

5. Buatlah Rutinitas. (Create Routinize) – Day 2-28
Buat dan jadikan menulis dalam rutinitas harianmu, kenali kebiasaanmu dalam menulis. Misalkan kamu terbiasa menulis setelah bangun tidur dipagi hari maka sempatkan 3 jam dipagi hari untuk menulis dan ulangi selama 30 hari kedepan.

6. Seringlah Membaca. (Read a lot) – Day 2-28

Salah satu cara meningkatkan keahlian menulis adalah dengan membaca, kita juga dapat menambah wawasan dalam menulis dengan membaca. Semakin sering membaca maka kita akan mengenali banyak gaya penulisan dari tiap buku.

7. Koreksi Nanti (Edit Later). – Day 2-28
Kebiasaan buruk tiap orang dalam menulis adalah seringnya mengkoreksi hasil tulisan padahal ia belum selesai keseluruhan tulisan. Kurangi mengkoreksi/menghapus kalimat-kalimat yang telah kita tulis dan biasakan mengkoreksi setelah semua tulisan selesai ditulis.

8. Hindari Riset Terlalu Lama. (Research Not Too Much) – Day 2-28
Membaca termasuk dalam kegiatan riset, tapi ingatlah bahwa kamu sedang dalam sebuah misi 30 hari menulis buku sehingga jangan terlalu banyak meriset sehingga melupakan proses penulisan buku yang akan kamu buat.

9. Buat Semua Orang Tahu. (Let Peoples Know Your Progress) – Day 2-28
Beritahu semua orang bahwa kamu sedang menulis buku, dengan harapan ini akan menjadi motivasi untuk segera menyelesaikan buku tulisanmu.

10. Koreksi dan Baca Ulang. (Proofreading & Editing) – Day 29
Di hari ke-29 ini adalah saatnya membaca ulang hasil tulisanmu dan koreksi tata bahasa yang salah atau ejaan yang kurang benar. Minta bantuan beberapa teman dekatmu tuk menilai hasil tulisanmu sebelum kamu ajukan ke penerbit.

11. Ajukan & Rayakan. (Send & Celebrate) – Day 30
Setelah selesai mengajukan hasil tulisanmu, kini saatnya merayakanya. Memberikan hadiah kepada diri sendiri karena berhasil mengerjakan sebuah tantangan yang tak semua orang mampu mengerjakannya. Selamat.

Demikian semoga bermanfaat 🙂
Simak juga kampanye membaca yang pernah kubuat dulu.

Inspirasi lainnya: