Indonesia Dari Atas Sepeda: Cantik Sekaligus Menyedihkan

Salam,

Sebuah dokumen lama yang sarannya penting untuk segera direalisasikan. Perjalanan sepeda di tahun 2010 oleh beberapa anak Indonesia menguak fakta yang mungkin dianggap sebagai kisah klasik bagi sebagian orang.

Aku sama sekali tak berkaitan dengan perjalanan tersebut, tapi beberapa tahun setelah dokumentasi tersebut selesai aku berkesempatan bertemu dan menyerap ilmu serta pengalaman salah satu dari mereka.
Damhar Ahmad, kukenal sebagai mantan fotografer dan pengusaha namun terakhir kuketahui dia menyebut dirinya tukang sepeda. Namanya cukup popular diantara pesepeda, silakan cari tahu sendiri tentangnya.
Yang pasti, aku telah menyerap beberapa pandangan radikal darinya walau sebenarnya sampai sekarang masih belum kumengerti apa yang dimaksud olehnya. Bersepeda 5 hari menyusuri Taman Nasional Gunung Halimun adalah kesan terakhir yang kuterima, terima kasih om.
Lalu ada om Norman, pertama kali yang kukagumi adalah hasil foto macro dari kamera Leica miliknya. Aku pun mengetahui jika ia penggemar binatang yang mengajar di salah satu sekolah taraf Internasional dari sebuah liputan di TV.

Selanjutnya Inu Febiana, entah dia ini siapa; aku pun baru sekali berpapasan dengannya dan sekali berkomunikasi cukup serius lewat surat elektronik. Jalur komunikasi Twitter @ifnubia cukup membuatku tertarik dengan pencitraannya.

Yang kutahu, om Inu adalah penulis dari dokumen ini. Terlihat dengan pemilihan kata-kata anti-mainstream yang tak banyak diketahui banyak orang. Yaa… cukup membuatnya terlihat pintar 😀

Entah roh apa yang merasukiku saat ini, lama kumiliki dokumen ini tapi baru sekarang aku menyebarkannya. Semua gambar di atas diambil dari dokumen tersebut dan hak ciptanya dimiliki oleh mereka.

Download: [PDF] Indonesia Dari Atas Sepeda

Semoga publikasi ini membantu. Terima kasih.

Inspirasi lainnya: