Mari Eksperimen Bermain “Mencari Pasangan”

Salam,

Ini bukan seperti tulisanku sebelumnya yang dikarenakan tingginya kadar dopamine. Tulisanku kali ini akan menjelaskan sebuah permainan yang tanpa sengaja kutemukan dari Internet; tentang bagaimana manusia mencari pasangan.

Mari bermain!

  1. Kumpulan 100 pria dan 100 wanita di sebuah ruangan tertutup dan kemudian berikan tiap orang topi yang bertuliskan angka 1-10 mewakili tingkat ketampanan/kecantikannya.
  2. Setiap orang dapat melihat nomor milik orang lain tapi tidak dengan miliknya sendiri, dan tiap orang dilarang saling memberi tahu nomor ditopinya.
  3. Di permainan ini, kita simplifikasi semua faktor dalam kehidupan nyata dengan nomor yang tertera. 

Tugasnya: mencari pasangan dengan nomor tertinggi.

Setelah permainan dimulai, secara alamiah tentu orang dengan nomor tinggi akan didekati banyak orang. Seperti halnya wanita cantik yang sering menjadi idaman lelaki, entah bagaimana rupanya.

Otomatis, orang pertama yang merasakan nomornya kecil adalah mereka yang tak didekati siapapun.

Setelah beberapa menit, mereka yang dikelilingi banyak orang tentu merasa lebih superior dan yakin bahwa nomornya tinggi dibanding lainnya. Seharusnya dari sini mudah untuk menentukan siapa yang akan dipilihnya karena dirinya dapat melihat semua nomor yang mendekatinya. Tak heran bila wanita cantik biasanya bersama dengan pria tampan dan sebaliknya.

Masalah mulai timbul saat satu persatu orang meninggalkan si pusat perhatian; terutama saat ditinggalkan ke orang dengan nomor yang lebih tinggi atau sama. Karena setiap orang akan menurunkan harapannya dengan mencari nomor yang lebih rendah.

Seseorang akan meningkatkan ekspetasinya saat diidamkan banyak orang, dan menurunkannya saat mulai ditinggalkan.

Saat ada seseorang yang sangat menginginkan dirimu maka boleh disimpulkan kamu lebih baik dari mereka, walaupun tak sepenuhnya benar tapi itulah yang mereka harapkan.

Sebaliknya, saat orang lain mulai berpikir dapat bertindak lebih baik maka dia akan meninggalkanmu dan kamu akan berpikir kembali tentang nomor di kepalamu. Misalnya ada wanita cantik yang ditinggalkan oleh seorang pria biasa-biasa saja, kemungkinan wanita tersebut akan berpikir ulang tentang superioritasnya.

Hal yang dapat menolong kita dalam permainan ini adalah ‘play it cool‘, tetap tenang dan tidak terlalu berharap. Karena menunjukkan superioritas orang lain agar memilih kita sebagai pasangan adalah bukan taktik yang bagus.

Semua yang berlebihan jelas tidak baik, termasuk berlebihan meminta. Jelaslah sikap cool adalah hal yang sangat disarankan untuk mendapatkan sesuatu.

Walaupun kalian merasa bernomor kecil, orang lain melihatnya berbeda-beda. 
Tetap tenang dan tetap semangat!

Bersumber dari Quora: Why is “neediness” such a repulsive characteristic?

Inspirasi lainnya: