Menilai Kemampuan Diri Lewat Kualifikasi Lowongan Kerja

Salam,

Hampir semua orang ingin bekerja di perusahaan bonafit (sebagian lagi bekerja untuk dirinya sendiri), tapi masalah yang sering timbul adalah tingginya kualifikasi yang disyaratkan untuk bisa bekerja. Akhirnya banyak orang (lulusan kampus) yang bekerja dibawah kualifikasi yang seharusnya dia kerjakan.

Aku bukan ingin menulis soal motivasi, namun lebih ke arah manajemen diri; anggap diri pribadi kita adalah sebuah perusahaan yang lahir dari tak punya apa-apa hingga hidup bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk akhirnya sukses mencapai tujuan yang berkelanjutan (tentukan tujuan hidupmu sebelum melanjutkan tulisan ini). Dengan analogi tersebut, seharusnya kita tahu apa yang harus diperbuat dan untuk apa kita melakukannya.

Jika pada sebuah perusahaan performa dan kualitas bisa dinilai dari keuntungan yang diraihnya lalu bagaimana mengukur kemampuan diri manusia? banyak metode mengukur kemampuan diri manusia, misalnya tes IQ, EQ hingga ESQ.

Agar lebih aplikatif, aku punya cara sendiri dalam mengukur kemampuan diri; yaitu lewat kualifikasi lowongan kerja. Setiap lowongan kerja punya kualifikasi yang harus dipenuhi. Biasanya semakin bonafit perusahaan maka semakin tinggi kualifikasinya. Jika kita dapat memenuhi kualifikasi tertinggi maka kita dapat menyimpulkan bagaimana kemampuan diri kita kan? 🙂

Di atas adalah kualifikasi untuk posisi Social Media Analyst di kantor Blackberry Singapura. Dari poin-poin tersebut kita dapat mencocokkannya dengan kemampuan diri. Jika banyak yang belum kita mengerti berarti diri kita masih perlu banyak belajar. Garis merah di atas adalah poin yang saat ini belum bisa aku kuasai tapi aku masih percaya diri untuk mengirim surat lamaran ke mereka 🙂

Tentu kita tak mungkin menguasai banyak hal dalam satu kehidupan, karena ahli dalam satu bidang lebih baik daripada bisa dalam banyak bidang. Jadi kita harus tahu tentukan target dan mencari tahu apa saja yang harus dikuasai.

Gambar di atas adalah kualifikasi untuk magang Digital Marketing sebuah perusahaan. Di situ tertera pengetahuan apa saja yang didapat para kandidat magang dalam bidang Digital Marketing, artinya kita dapat menggunakan poin-poin tersebut sebagai acuan pembelajaran kita jika ingin ahli dalam Digital Marketing. Syukur puji Tuhan YME, poin-poin tersebut adalah hal yang sedang kupelajari saat ini. Punya ide lain?

Semoga tulisan ini bermanfaat dan jangan lupa untuk dibagi kepada orang lain agar lebih bermanfaat.

Terima kasih 🙂
    

Inspirasi lainnya: