Menjadikan Media Sosial Sebagai CV Digital

Salam,

Di jaman serba digital, media sosial telah menjadi bagian dari kebiasaan orang dalam keseharian. Pertanyaannya adalah “apakah media sosial bermanfaat positif?”, jawabannya sangat relatif dengan cara kita menggunakan media sosial tersebut.

Facebook, Twitter adalah media sosial paling banyak digunakan dan bisa jadi adalah media sosial paling tidak bermanfaat bagi kebanyakan orang; memang pernyataan subjektif.

Bagi para pekerja atau karyawan, Linkedin bukan barang baru; media sosial ini memang terkenal di kalangan profesional. Misi diciptakannya Linkedin saja untuk menghubungkan para profesional agar lebih produktif dan sukses. Bagaimana caranya?

Tulisanku kali ini akan menjelaskan bagaimana Linkedin bisa menggantikan daftar riwayat hidup atau bahkan digunakan sebagai surat lamaran kerja!

Gambar diatas adalah screenshot dari halaman profilku di Linkedin, terlihat format data yang ditampilkan memang dibuat seperti surat riwayat hidup. Di sinilah orang lain dapat melihat pengalaman kerja dan keahlian kita lengkap dengan rekomendasi dari orang lain jika ada.

Angka pengangguran di Indonesia sangat tinggi tapi banyak perusahaan yang mengaku kesulitan mencari pegawai; paling tidak perusahaan tempatku bekerja sekarang. Sulitnya mencari kandidat yang tepat adalah isu krusial bagi sebuah korporat karena pegawai adalah aset terpenting bagi mereka.

Kita dapat memanfaatkan problematika diatas dengan memaksimalkan media sosial seperti Linkedin ini. Karena banyak dan mungkin hampir semua korporat mencari kandidat melalui media sosial, kecuali korporat tingkat nasional atau multi-nasional; biasanya mereka menggunakan jasa headhunter untuk urusan mencari pegawai.

Ya! memang rasanya terlihat pamer jika kita menuliskan riwayat hidup di publik tapi prinsipku adalah

Show what you can, not what you got.
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) March 15, 2013

Bagaimana kita dapat berguna jika orang lain tak tahu apa kebisaan kita?

Tak ada salahnya mengisi penuh semua kolom di Linkedin dan Facebook, karena rejeki bisa datang darimana saja termasuk dari media sosial. Pekerjaan yang kudapat sekarang saja sebagian besar karena media sosial lho!

Dulu aku sering sebut hal seperti ini adalah ‘pencitraan’ dan kini harus diakui, kita semua melakukannya; hanya saja jangan sampai kita mencitrakan kebohongan publik.

http://id.linkedin.com/in/akhmadamal/
https://twitter.com/akhmadamal

Terima kasih.

Inspirasi lainnya: