Modal Awal Sebelum Bekerja Secara Freelance

Salam,

Ternyata sudah lama sejak artikel terakhir yang membahas tentang membuat CV digital melalui media sosial aku tidak berbagi pengalaman soal kerja freelance; pada kesempatan kali ini aku akan membahas soal modal awal sebelum memutuskan untuk bekerja secara freelance.

Yang aku maksud modal di sini bukan berarti dalam bentuk materi, melainkan modal immaterial karena hal seperti inilah yang lebih dibutuhkan untuk memulai bekerja secara freelance.

1. Reputasi
Bangunlah reputasi dan citra tentang dirimu kepada masyarakat; seperti sebuah organisasi, mulailah dari website, logo atau materi visual apapun yang mereprensentasikan dirimu atas keahlian yang kamu tawarkan.

Praktisnya, kamu bisa memulai dengan mengunggah hasil karyamu ke media online seperti Deviantart, Behance atau Kreavi jika kesulitan untuk membuat website pribadi. Kamu pun dapat memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook atau lainnya untuk menampilkan hasil karyamu.

Aku ingin dikenal sebagai penulis dibanding pemasar digital, karenanya aku rajin menulis pada blog ini dan tempat lainnya.

2. Tentukan Harga
Hal yang paling krusial dan mungkin sering membuat bingung adalah menentukan ‘harga’ kemampuan kita. Jangan sampai kita menjual diri terlalu rendah dari harga pasaran atau terlalu tinggi sehingga tidak ada yang membeli.

Lakukan riset pasar, sesuaikan kemampuan & pengalaman diri dengan harga pasaran. Namun, jangan ragu untuk memasang harga tinggi; jadikan hal tersebut motivasi untuk kita berikan layanan terbaik. Ingatlah bahwa selama bekerja untuk klien, kita pun bekerja untuk reputasi diri sendiri.

3. Jadilah Supel
Hanya karena kamu bekerja sendiri, bukan berarti tidak membuka pertemanan dengan banyak orang. Karena banyak sekali manfaat dari berteman dengan banyak orang, tertutama dari mereka yang berada pada satu industri dengan kita.

Bergabung dan aktiflah di komunitas atau perkumpulan profesional yang sama dengan keahlianmu; itu salah satu cara membangun persepsi dan reputasi diri. Semakin banyak yang mengenalmu maka semakin terbuka pintu rejekimu.

Aku pun menemukan banyak manfaat sejak bergabung pada sebuah komunitas digital yang berisi para profesional di industri media sosial. Dari situ aku menemukan banyak teman dan kesempatan mengembangkan diri.

4. Manajemen Diri
Menjadi freelancer artinya menjadi CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), CMO (Chief Marketing Officer) dan COO (Chief Operating Officer) diri sendiri; pekerjaan yang baiknya diatur oleh beberapa orang tetapi kita kerjakan semuanya sendiri. Karenanya seorang freelancer mesti pintar mengatur diri, mulai dari keuangan hingga jadwal bekerja.

5. Minta Rekomendasi
Jangan ragu untuk meminta rekomendasi dari pihak yang telah bekerjasama dengan kita. Kamu dapat memanfaatkan Linkedin sebagai media mengumpulkan rekomendasi. Tentu orang lain akan dengan senang hati merekomendasikan diri kita jika mereka sudah merasa sangat puas sebelumnya, karenanya berikan yang terbaik.

6. Cobalah Beriklan
Tidak ada salahnya juga untuk membuat budget iklan melalui internet atau media konvensional lain. Jika memang kita memiliki dana lebih untuk beriklan, maka gunakan sebaik-baiknya dan seefektif mungkin.

Semoga 6 tips modal bekerja sebagai freelancer tersebut dapat bermanfaat dan mencerahkan dirimu. Terima kasih.

Dilansir dari The Next Web.

Inspirasi lainnya:

  • Swastika Nohara

    Bila sempat bekerja sbg karyawan, pengalaman ini akan sangat berguna saat bekerja secara freelance. Pada nyatanya, 2 mantan kantor saya adalah pemberi kerjaan tetap dengan fee yang bagus selama 7 tahun terakhir sejak saya memutuskan bekerja secara freelance. Mantan atasan di dua mantan kantor itu juga sering merekomendasikan saya untuk pekerjaan-pekerjaan lain. Aset yang luar biasa bukan?
    http://lifetimejourney.me/projects/