Pendahuluan: Social Media Marketing

Social Media Marketing yang dalam bahasa Indonesia sama dengan Pemasaran Media Sosial adalah hal yang banyak menjadi perbincangan saat ini. Bahkan di Indonesia pun sudah banyak merek yang mengaplikasikan jenis pemasaran seperti ini. Coba ingat kampanye eskrim coklat yang sempat bikin semua orang penasaran di twitter, itu salah satu contohnya.

Menurut penelitian terakhir yang dilakukan oleh Nielsen dalam whitepaper-nya yang berjudul “The Digital Media Habits and Attitudes of Southeast Asian Consumers” menyebutkan bahwa penetrasi internet Indonesia baru 21% urutan terbawah setelah Thailand dan sementara Singapura adalah yang tertinggi.

Padahal bila kita melihat data pengguna media sosial, Indonesia adalah negara kedua terbesar pengguna Facebook dan jumlah member twitter terbanyak ketiga sedunia. Data-data ini menunjukkan masih banyak pangsa pasar digital Indonesia yang belum digarap dan ini adalah tugas rumah pemerintah serta sektor swasta tuk memanfaatkannya.

Jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2011 mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun 2010 yang hanya 42 juta pengguna. Dengan begitu tak salah bila pemasaran via media sosial menjadi tren di Indonesia.

Hanya saja beberapa perusahaan menganggap Social Media Marketing hanyalah sebatas mempunyai akun resmi di Twitter dan Facebook saja. Padahal teknik pemasaran ini dapat diaplikasikan dengan luas dan terintegrasi bersama media pemasaran konvensional seperti: televisi, radio atau media cetak.

Dengan booming-nya media sosial di dunia telah membuat para agensi pemasaran diseluruh dunia tuk juga memberikan jasa socmed(social media) marketing ini. Termasuk di Indonesia, banyak perusahaan yang mampu memberikan layanan pemasaran via media sosial dengan berbagai teorinya.

Salah satu efek positif adanya media sosial ini adalah lahirnya para pelaku media sosial yang bekerja tuk mengantar para perusahaan agar berbaur dengan konsumennya di media sosial. Karena media sosial adalah media horizontal dimana antara perusahaan dan konsumen berada pada posisi yang sama.

Seluruh orang dapat mengungkapkan pendapatnya di media sosial dan hal ini bisa menjadi boomerang positif/negatif kepada perusahaan. Tak cuma perusahaan, individu-pun bisa ‘celaka’ di media sosial. Oleh karena ini media sosial bukan sekedar membuat akun di Twitter dan Facebook saja.

Kita akan bahas Social Media Marketing ini di tulisan selanjutnya. Cukup sekian intro tentang teknik pemasaran ini. Selamat datang di dunia sosial, dimana seluruh orang adalah sama.

Trims.

 

Inspirasi lainnya: