Surat Cinta Digital

Saat kata terucap tak miliki arti kuharap tulisan masih tetap bermakna, walau berbeda media tapi inilah yang sebenarnya. Tak perlu disembunyikan dan di citrakan tentang rasa yang ada pada peristiwa sebelumnya hingga pada akhinya kita berhenti bicara.

Pendekatan yang salah kaprah dianggap sebagai pembentuk citra adalah hal yang memulai segalanya, semua terjadi begitu saja tanpa kutahu situasinya. Ini memang kesalahan, tak bisa dipungkiri lagi setelah melihat situasi yang terjadi setelah dan esok harinya.

Tak berdaya berbuat setelahnya kini ku seperti paus tedampar dipantai dangkal. Penuh ancaman yang tak terlihat bukan cuma untuk diriku tapi juga dirimu.

Perasaan itu tak akan pernah lelah membuatku merasa mampu berpikir rasional, padahal tidak.

Saat cinta menghadang semua berubah jadi tak rasional, logika terbuang hingga ada perasaan terabaikan. Kau mungkin benar, diri ini hanya bisa memikirkan badan sendiri untuk menaklukanmu tanpa pedulikan apa yang sedang terjadi.

Percintaan kita memang belum dimulai walau masalah kian datang, tapi kuanggap ini sebuah keuntungan. Keuntungan bagi sebuah pasangan yang selalu bertentangan untuk bisa saling bergandeng jalan. Semua orang ingin terlihat sempurna bagi pasangannya, tapi aku tidak karena itu hanya akan menghancurkan hatimu.

Semakin banyak kau tahu burukku semoga semakin baik aku dihadapmu karena semakin baik dirimu tak selalu membuatku pantas bagimu.

Perasaan macam apa ini!?

Sungguh masih tak kumengerti perasaan macam apa ini: penuh sayang dan benci, ingin meninggalkan tapi terbendung harapan. Pasti aku bertahan belajar untuk menahan seperti yang telah kau lakukan untuk menahanku sebelumnya.

Semoga kau selalu sabar hadapi salahku karena aku sayang padamu.

Tulisan ini adalah bagian dari “Cinta Kali Ini”, sebuah realita kehidupan yang entah berakhir seperti apa. Kepo linimasa @akhmadamal untuk abstraksi lebih nyata dari cinta terbarukan.

Inspirasi lainnya: